Home » , , , , , , » Akuaponik Part 3-Teknik Tebar benih Lele Mana yang lebih Baik?

Akuaponik Part 3-Teknik Tebar benih Lele Mana yang lebih Baik?

Assalamualaikum wr.wb, Alhamdulillah puji syukur atas nikmat yang Allah berikan sehingga pada kesempatan kali ini kita diberi kesempatan untuk berbagi ilmu kembali. Melanjutkan 2 postingan sebelumnya yaitu:
Tulisan sebelumnya merupakan step awal memulai budidaya lele, silahkan dibaca terlebih dahulu, terlebih baik lagi jika dibaca secara terurut. Pada Tulisan Part-3 Ini akan saya ulas menebar benih lele. Saya melakukan penebaran benih lele sebanyak dua kali dengan teknik berbeda. Hal ini saya lakukan untuk mengetahui cara melakukan penebaran benih yang baik untuk mengurangi tingkat kematian lele sesuai dengan kondisi lingkungan tempat tinggal saya, alasan lain saya mengambil 2 cara penebaran, karena banyak trik penebaran benih di youtube tapi pastinya beda daerah, dan beda kondisi air akan sangat mempengaruhi tingkat kematian bibit lele, oleh karena itu faktor dan kondisi lain juga perlu dipehatikan. Adapun kondisi lingkungan kolam saya akan saya uraikan sebagai berikut:
Part-3 Tebar Benih Lele

-KONDISI LINGKUNGAN KOLAM SAYA
1. Kolam terbuat dari semen, berbentuk L, dengan Ukuran Panjang=4M, Lebar=60cm, Kedalaman=80cm (Jika Diisi Air Penuh), Ulasan kolam bisa dibaca disini.
2. Air yang digunakan : Air PAM/PDAM
3. Ketersediaan Filter Air: Ada, Buatan sendiri, ulasan bisa dibaca disini
4. Suhu Rata-Rata Lingkungan : 
- 25 Derajat Celcius Di Malam Hari Ketika Hujan
- 30 Derajat Celcius Di Siang Hari.
5. Jenis Bibit Lele : Lele Dumbo
6. Lokasi Kolam : Kota Batu- Jawa Timur

Gambar Kolam Lele Saya

Setelah melakukan sedikit analisis tentang kondisi lingkungan lele saya, berikutnya akan kita bahas cara penebaran lele nya. Uraian lengkapnya sebagai berikut

-DUA TEKNIK PENEBARAN BIBIT LELE

1. Tebar Langsung Ke Kolam
Teknik yang pertama saya lakukan dengan tebar bibit langsung ke kolam, maksudnya yaitu bibit lele yang berada dalam plastik saya masukkan langsung ke dalam kolam dengan cara hanya menenggelamkan plastik yang terbuka dan membiarkan lele keluar sendiri dari dalam plastik. Uraian detail agar lebih mudah memahami saya tulis sebagai berikut:
-Pada teknik penebaran lele yang pertama ini, saya lakukan pada siang hari dengan kondisi tidak hujan dan suhui sekitar 30 derajat celcius.
- Ukuran Bibit : 2-3 CM
- Jumlah Bibit : 80 Ekor
- Air Pada Kolam : PDAM yang sebelumnya sudah berada di dalam kolam selama 7 Hari sampai berubah warna sedikit Hijau/ berlumut. 

2. Tebar Dulu di Wadah Lain, Kemudian Dipindahkan ke Kolam
Teknik yang ke dua saya lakukan setelah 1 minggu penebaran dengan teknik pertama. Hal ini saya lakukan untuk mengetahui teknik mana yang cocok digunakan di lingkungan saya. Proses penebaran dengan teknik ini saya uraikan secara detail sebagai berikut:
- Waktu Penebaran : Malam Hari, Kondisi Hujan dengan suhu 24 derajat celcius.
- Ukuran : 2-3 CM
- Jumlah Bibit: 135 Ekor
- Lele masih dalam plastik dibiarkan dulu di dalam back/ wadah lain selama 15 menit.
- Air dalam bak/Wadah Selain Kolam: Menggunakan air kolam yang sudah diisi lele sebelumnya, diambil menggunakan filter air.
Pindah Air Kolam ke Bak Lele
- Setelah 15 menit lele dibiarkan dalam plastik, lele dilepaskan dalam bak dengan cara seperti teknik pertama yaitu, plastik ditenggelamkan dalam keadaan terbuka, lele dibiarkan keluar sendiri.
- Setelah 1 Hari 1 malam berada dalam ember, kemudian saya pindahkan lele yang tersisa dalam keadaan sehat ke dalam kolam. Dalam 1 malam pasti ada bibit yang mati tersisish atau lemas seperti mabok atau berdiri, istilahnya (lele upacara bendera). Pindah ke kolam lele yang hanya sehat saja.
Bak Wadah Sementara Lele Sebelum Dipindah Ke Kolam pastikan bersih.

Bak Wadah Sementara Lele Sebelum Dipindah Ke Kolam-2

Pindah Air Kolam ke Bak Lele-2

Proses di atas sebenarnya sudah saya buat videonya, namun belum saya edit. Mungkin akan segera saya upload di postingan ini, atau di akun youtube saya. 
Kondisi lengkap/terkini bibit lele dengan dua teknik perlakuan yang berbeda akan saya bahas pada part 4 agar lebih detail. Postingan berikutnya akan saya beri judul Akuaponik Part 4-Kondisi Bibit Lele Setelah di Tebar Dengan dua Teknik yang Berbeda (Lanjutan Akuaponik Part 3)

Demikian postingan saya mengenai Akuaponik Part 3-Teknik Tebar benih Lele Mana yang lebih Baik?. Artikel mengenai aquaponik dan budidaya lele Insyaallah akan kami sajikan secara rutin dan terurut secara detail sebagai media pembelajaran kita. Semoga bermanfaat!
Wassalamualaikum wr.wb.

Jangan lupa ikuti seluruh update sosial media saya berikut:
Youtube : Onny Putranto
Instagram: @onnyputranto212
Facebook: Onny Putranto
Google Business: Arzan Servis Laptop

If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

Subscribe via RSS Feed

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Subscribe to Tutorial IT by Email Thanks for reading Akuaponik Part 3-Teknik Tebar benih Lele Mana yang lebih Baik?

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

4 komentar:

  1. Saalut bos ku, terima kasih telah berbagi

    BalasHapus
  2. Saalut bos ku, terima kasih telah berbagi

    BalasHapus
  3. Saalut bos ku, terima kasih telah berbagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ustad mawardi atas kunjungannya,sukses selalu blogger dan youtubnya

      Hapus