Akuaponik Part 4-Kondisi Bibit Lele Setelah di Tebar Dengan dua Teknik yang Berbeda (Lanjutan Akuaponik Part-3)

thumbnail
Assalamualaikum wr. wb. Tetap semangat, alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk kembali belajar dan berbagi. Postingan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya tentang Akuaponik Part 3-Teknik Tebar benih Lele Mana yang lebih Baik?. Postingan ini lebih fokus pada perbedaan kondisi bibit lele setelah dilepaskan dengan 2 cara/teknik yang berbeda. Berikut ini akan dibahas secara mendetail hasil pengamatan kondisi bibit lele setelah dilepaskan.

1. Kondisi Lele Setelah di Tebar Menggunakan Teknik "Tebar Langsung Ke Kolam"

- Hari ke-1, lele ditebar atau kurang lebih 5 jam setelah bibit lele ditebar dengan teknik dan kondisi lingkungan yang sudah dijelaskan pada postingan sebelumnya, sekitar 5 ekor bibit lele mati, dan banyak bibit lele yang mberdiri menghadap ke atas seperti lele mau upacara bendera, menandakan air kurang sehat atau lele tidak cocok dengan kondisi air, bisa juga air mengandung amonia.
Pelepasan Lele Teknik Pertama
- Hari ke-2, nafsu makan lele rakus, lele diberi makan pelet. Namun banyak juga lele yang mati, dan terlihat tidak sehat (ngambang, tapi ketika dipegang bergerak/ Lele berdiri seperti upacara bendera). Sekitar 7-10 ekor lele mati.

- Hari ke-3, sampai hari ke-6 lele mati terus bertambah, rata-rata sekitar 7 ekor per hari, namun lele yang sehat dan kuat terlihat seperti terkelompok dapat dilihat dari ukuran tubuh (Yang besar banyak yang hidup 4-5 cm) hampir semua lele yang mati berukuran kecil (3 cm). Pada hari ke-6 saya memutuskan memberi filter kolam seperti yang sudah saya ulas pada postingan Akuaponik Part 2-Membuat Filter Kolam Ikan Lele dengan Biaya Murah
- Hari ke-7,  lele sudah stabil, tidak ada yang mati, namun dari sekitar 85 bibit hanya tersisa 24 bibit lele yang hidup. 24 lele yang hidup tersebut mempunyai gerakan yang lincah dan terlihat ada perubahan sedikit di ukuran dab bentuk tubuh. Tidak ada bibit lele yang mengapung atau mengambang. Air kolam sedikit lebih bersih karena mungkin dipengaruhi filter kolam.

Pada hari ke-7, saya rasa tempat hidup kolam sudah cocok untuk hidup bibit lele, sehingga saya berniat untuk menambah jumlah bibit dalam kolam. Saya membeli sekitar 135 ekor bibit, namun saya mencoba cara pelepasan bibit lele dengan teknik yang berbeda. Harapan saya agar bibit lele yang mati diawal lebih sedikit ketimbang saat pelepasan bibit dengan teknik pertama. Kondisi lele setelah ditebar menggunakan teknik ke-2 akan saya bahas sebagai berikut.

2. Kondisi Lele Setelah di Tebar Menggunakan Teknik "Tebar Dulu di Wadah Lain, Kemudian Dipindahkan ke Kolam"

Pelepasan Lele Teknik Ke-2 (Persiapan Wadah)

- Hari Ke-1, Kondisi pelepasan bibit menggunakan teknik ini seperti yang sudah kita bahas pada postingan sebelumnya yaitu Tebar Dulu di Wadah Lain, Kemudian Dipindahkan ke Kolam, Bibit lele yang mati di dalam plastik sebanyak 4 ekor, kemungkinan disebabkan guncangan motor saat distribusi bibit. Sekitar 20 ekor lele kurang sehat ditunjukkan dengan mengambang, atau berdiri seperti upacara bendera. Saat pertama masuk ke Bak bak.
Pelepasan Lele Teknik Ke-2 (Lepas Lele Dalam Ember)

- Hari Ke-2, 7 Ekor lele mati, dan 15 lele kurang sehat atau melayang atau seperti upacara bendera. Pada hari ke-2 Lele yang masih bertahan hidup dan sehat dipindahkan ke kolam dengan jaring. Untuk lele yang masih hidup namun sudah tidak sehat dbiarkan di dalam bak. Sekitar kurang lebih 120 ekor lele masuk ke kolam ukuran 3-5 cm bercampur dengan lele sebelumnya tanpa di sekat.

Hari ke-3, 3 ekor lele mati. Ketiga ekor lele yang mati semua berukuran kecil (3cm) dengan luka gigitan di leher, kemungkinan dimakan sesama lele yang berukuran lebih besar (5cm). Air lebih cepat kotor menjadi hijau keruh. Makan lele rakus, makanan berupa pelet. Mulai banyak lele yang lemas, melayang, berdiri seperti upacara bendera, terutama untuk lele yang berukuran kecil 3cm, kemungkinan kadar amonia dalam air meningkat drastis akibat bertambahnya kotoran lele yang bercampur sisa makanan.

- Hari ke-4 sampai hari ke-7 Rata-rata 1-2 ekor lele mati, namun kolam semakin keruh. Lele semakin rakus makan, sayangnya banyak lele yang ukuran kecil terluka di bagian badan dan leher, entah itu karena suatu penyakit atau dilukai lele lain, sehingga pada hari ke-7 itu saya memisahkan lele kecil (3cm) dan yang kurang sehat dan masih hidup di bak lain diluar kolam.

- Hari Ke-8, Semua bibit lele yang berada di bak di luar kolam mati. Sekitar 1 ekr lele di kolam mati, namun kebanyakan lele sudah sehat dan bergas. Makan tetap rakus ketika diberi pelet.
- Hari Ke-9 Sampai Sekarang, Lele dalam kolam relatif sudah sehat semua. Hitungan kasar sekitar 80-100 Bibit hidup di kolam. Tetap ada lele mati, namun tidak sebanyak dulu. Filter air sangat cepat kotor.

Uji coba cara pelepasan lele yang saya lakukan, dari 2 teknik/cara yang sudah saya coba ternyata lebih efektif menggunakan cara ke-2 yaitu Tebar Dulu di Wadah Lain, Kemudian Dipindahkan ke Kolam. Namun perlu diingat, teknik ini belum tentu bisa digunakan di lingkungan dan selain kondisi yang sudah saya jelaskan sebelumnya, baca disini.

Demikian postingan saya mengenai Akuaponik Part 4-Kondisi Bibit Lele Setelah di Tebar Dengan dua Teknik yang Berbeda (Lanjutan Akuaponik Part-3). Artikel mengenai aquaponik dan budidaya lele Insyaallah akan kami sajikan secara rutin dan terurut secara detail sebagai media pembelajaran kita. Semoga bermanfaat!
Wassalamualaikum wr.wb.

Jangan lupa ikuti seluruh update sosial media saya berikut:
Youtube : Onny Putranto
Instagram: @onnyputranto212
Facebook: Onny Putranto
Google Business: Arzan Servis Laptop

Akuaponik Part 3-Teknik Tebar benih Lele Mana yang lebih Baik?

thumbnail
Assalamualaikum wr.wb, Alhamdulillah puji syukur atas nikmat yang Allah berikan sehingga pada kesempatan kali ini kita diberi kesempatan untuk berbagi ilmu kembali. Melanjutkan 2 postingan sebelumnya yaitu:
Tulisan sebelumnya merupakan step awal memulai budidaya lele, silahkan dibaca terlebih dahulu, terlebih baik lagi jika dibaca secara terurut. Pada Tulisan Part-3 Ini akan saya ulas menebar benih lele. Saya melakukan penebaran benih lele sebanyak dua kali dengan teknik berbeda. Hal ini saya lakukan untuk mengetahui cara melakukan penebaran benih yang baik untuk mengurangi tingkat kematian lele sesuai dengan kondisi lingkungan tempat tinggal saya, alasan lain saya mengambil 2 cara penebaran, karena banyak trik penebaran benih di youtube tapi pastinya beda daerah, dan beda kondisi air akan sangat mempengaruhi tingkat kematian bibit lele, oleh karena itu faktor dan kondisi lain juga perlu dipehatikan. Adapun kondisi lingkungan kolam saya akan saya uraikan sebagai berikut:
Part-3 Tebar Benih Lele

-KONDISI LINGKUNGAN KOLAM SAYA
1. Kolam terbuat dari semen, berbentuk L, dengan Ukuran Panjang=4M, Lebar=60cm, Kedalaman=80cm (Jika Diisi Air Penuh), Ulasan kolam bisa dibaca disini.
2. Air yang digunakan : Air PAM/PDAM
3. Ketersediaan Filter Air: Ada, Buatan sendiri, ulasan bisa dibaca disini
4. Suhu Rata-Rata Lingkungan : 
- 25 Derajat Celcius Di Malam Hari Ketika Hujan
- 30 Derajat Celcius Di Siang Hari.
5. Jenis Bibit Lele : Lele Dumbo
6. Lokasi Kolam : Kota Batu- Jawa Timur

Gambar Kolam Lele Saya

Setelah melakukan sedikit analisis tentang kondisi lingkungan lele saya, berikutnya akan kita bahas cara penebaran lele nya. Uraian lengkapnya sebagai berikut

-DUA TEKNIK PENEBARAN BIBIT LELE

1. Tebar Langsung Ke Kolam
Teknik yang pertama saya lakukan dengan tebar bibit langsung ke kolam, maksudnya yaitu bibit lele yang berada dalam plastik saya masukkan langsung ke dalam kolam dengan cara hanya menenggelamkan plastik yang terbuka dan membiarkan lele keluar sendiri dari dalam plastik. Uraian detail agar lebih mudah memahami saya tulis sebagai berikut:
-Pada teknik penebaran lele yang pertama ini, saya lakukan pada siang hari dengan kondisi tidak hujan dan suhui sekitar 30 derajat celcius.
- Ukuran Bibit : 2-3 CM
- Jumlah Bibit : 80 Ekor
- Air Pada Kolam : PDAM yang sebelumnya sudah berada di dalam kolam selama 7 Hari sampai berubah warna sedikit Hijau/ berlumut. 

2. Tebar Dulu di Wadah Lain, Kemudian Dipindahkan ke Kolam
Teknik yang ke dua saya lakukan setelah 1 minggu penebaran dengan teknik pertama. Hal ini saya lakukan untuk mengetahui teknik mana yang cocok digunakan di lingkungan saya. Proses penebaran dengan teknik ini saya uraikan secara detail sebagai berikut:
- Waktu Penebaran : Malam Hari, Kondisi Hujan dengan suhu 24 derajat celcius.
- Ukuran : 2-3 CM
- Jumlah Bibit: 135 Ekor
- Lele masih dalam plastik dibiarkan dulu di dalam back/ wadah lain selama 15 menit.
- Air dalam bak/Wadah Selain Kolam: Menggunakan air kolam yang sudah diisi lele sebelumnya, diambil menggunakan filter air.
Pindah Air Kolam ke Bak Lele
- Setelah 15 menit lele dibiarkan dalam plastik, lele dilepaskan dalam bak dengan cara seperti teknik pertama yaitu, plastik ditenggelamkan dalam keadaan terbuka, lele dibiarkan keluar sendiri.
- Setelah 1 Hari 1 malam berada dalam ember, kemudian saya pindahkan lele yang tersisa dalam keadaan sehat ke dalam kolam. Dalam 1 malam pasti ada bibit yang mati tersisish atau lemas seperti mabok atau berdiri, istilahnya (lele upacara bendera). Pindah ke kolam lele yang hanya sehat saja.
Bak Wadah Sementara Lele Sebelum Dipindah Ke Kolam pastikan bersih.

Bak Wadah Sementara Lele Sebelum Dipindah Ke Kolam-2

Pindah Air Kolam ke Bak Lele-2

Proses di atas sebenarnya sudah saya buat videonya, namun belum saya edit. Mungkin akan segera saya upload di postingan ini, atau di akun youtube saya. 
Kondisi lengkap/terkini bibit lele dengan dua teknik perlakuan yang berbeda akan saya bahas pada part 4 agar lebih detail. Postingan berikutnya akan saya beri judul Akuaponik Part 4-Kondisi Bibit Lele Setelah di Tebar Dengan dua Teknik yang Berbeda (Lanjutan Akuaponik Part 3)

Demikian postingan saya mengenai Akuaponik Part 3-Teknik Tebar benih Lele Mana yang lebih Baik?. Artikel mengenai aquaponik dan budidaya lele Insyaallah akan kami sajikan secara rutin dan terurut secara detail sebagai media pembelajaran kita. Semoga bermanfaat!
Wassalamualaikum wr.wb.

Jangan lupa ikuti seluruh update sosial media saya berikut:
Youtube : Onny Putranto
Instagram: @onnyputranto212
Facebook: Onny Putranto
Google Business: Arzan Servis Laptop

Akuaponik Part 2-Membuat Filter Kolam Ikan Lele dengan Biaya Murah

thumbnail
Assalamualaikum wr.wb, alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk dapat belajar bersama dan berbagi pengetahuan yang bermanfaat. Tulisan saya kali ini merupakan kelanjutan dari tulisan saya mengenai Akuaponik Part 1-Membangun Kolam Lele Permanen Untuk Hiasan Rumah, Refreshing, dan Menambah Penghasilan. Pada pert 2 kita akan coba membuat filter kolam menggunakan bahan murah namun efektif. termasuk akan saya jelaskan estimasi biaya yang dibutuhkan. Berikut uraian lengkap cara membuat filter kolam ikan lele dengan biaya murah. 
onnyputranto.com-Filter-ikan-lele-murah-buatan-sendiri
Filter Kolam Lele Murah Buatan Sendiri

A. ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan untuk membuat filter kolam lele sangat mudah didapat, berikut ulasannya beserta harga nya:
1Pompa Air (1 Unit):Rp. 88.000,-
2Selang Fleksibel (1 meter):Rp. 3.500,-
3Kapas Filter (1 pack):Rp. 15.000,-
4Kabel Perpanjangan 5 Meter (1 Paket):Rp. 70.000,-
5Kaleng Cat (1 Buah)-(Gratis Sisa Renovasi Rumah)
6Pipa Kabel (1/4 dim)-(Gratis Sisa Renovasi rumah)
7Knee Pipa Kabel -(Gratis Sisa Renovasi rumah)
8Batu Koral secukupnya-(Gratis Sisa Renovasi rumah)
9Kerikil secukupnya-(Gratis Sisa Renovasi rumah)
10Arang pembakaran kayu-(Bisa beli atau bakar sendiri)
11Lem PVC:Rp. 8.000,-
Total BelanjaRp.184.500,-

NB: Harga bahan tergantung dari daerah pembelian, toko tempat membeli, dan banyaknya kebutuhan.

1. Kemasan Pompa Air 1

1. Pompa Air 1 (Maksimal Kedalaman 1,5 Meter)


1. Spesifikasi Pompa Air


2. Selang Fleksibel

3. Kapas Filter

5. Kaleng Cat

6. Pipa Kabel/Pipa 14 Dim

8. Batu Koral

9. Batu Koral Kecil

10. Arang Sisa Pembakaran kayu


B. LANGKAH PEMBUATAN
Pada bagian ini kita akan membuat langkah dan proses pembuatan filter dari awal sampai akhir, berikut uraiannya:
1. Bersihkan kaleng cat dengan air bersih+sabun jika bisa juga dengan air hangat, sampai bau cat menghilang.
2. Lubangi sisi kaleng atas dan bawah (2 Lubang), untuk lubang masuknya air kolam ke filter dan satunya lobang untuk keluarnya air. Posisi lobang sesuaikan dengan letak filter pada kolam ikan.

Kaleng cat dibersihkan sampai tidak berbau, kemudian dilobangi



3. Masukkan pipa ke dalam lobang yang sudah dibuat, kemudian rekatkan dengan lem PVC agar tidak bocor.



Bor Untuk Melubangi

Pipa Kabel Bekas

Lem Pipa PVC


Pipa dimasukkan ke dalam lobang kemudian di lem dengan lem pvc 
4. Lobangi tutup kaleng cat dengan bor, agar saat filter dinyalakan terdapat sirkulasi udara.

Proses melubangi tutup atas cat

Tutup atas kaleng yang sudah dilubangi

5. Bersihkan semua bahan yang akan dimasukkan ke dalam filter dengan air bersih.
Arang bakar yang sudah dibersihkan dengan air
6. Masukkan seluruh bahan ke dalam kaleng cat yang sudah kita modifikasi tadi dengan urutan sebagai berikut (Mulai dari lapisan paling bawah sampai ke lapisan paling atas) 


Urutan 1: Koral 


Urutan 2: kapas Khusus Filter

Urutan 3: Arang bakar

Urutan 4: Kerikil

Urutan 5: Kapas Khusus Filter
7. Tutup bagian atas dengan tutup cat yang sudah kita lubangi sebelumnya.
8. Sambungkan pipa bagian atas kaleng cat, dengan saluran buang pompa air menggunakan kabel fleksibel.
Ptoses penyambungan Filter dengan pompa air

Saluran buang pompa air disambung dengan fleksibel menuju pipa atas

9. Setelah tersambung, masukkan pompa air atau lebih tepatnya saluran hisap pompa air ke dalam dasar kolam.
Pompa air dimasukkan ke dasar kolam

10. Sambungkan pompa air ke dalam daya listrik
11. Jika berhasil maka air akan keluar dari pipa bagian bawah filter.

Air keluar dari pipa bawah
12. Selesai

Lubang hisab kotoran dari pompa air dapat kita modifikasi agar memilikai jangkauan hisap lebih besar dengan cara menyambung lubang hisap ke pipa yang sudah dilubangi sepanjang kolam. Pengembangan modifikasi pompa air akan kita bahas di lain kesempatan. 

Demikian tulisan saya mengenai Akuaponik Part 2-Membuat Filter Kolam Ikan Lele dengan Biaya Murah. Artikel mengenai aquaponik dan budidaya lele Insyaallah akan kami sajikan secara rutin dan terurut secara detail sebagai media pembelajaran kita. Artikel berikutnya kita akan membahas Akuaponik Part 3-Cara Menebar Benih Lele Yang Baik Untuk Kolam Semen. 

Jangan lupa ikuti seluruh update sosial media saya berikut:
Youtube : Onny Putranto
Instagram: @onnyputranto212
Facebook: Onny Putranto
Google Business: Arzan Servis Laptop

Akuaponik Part 1-Membangun Kolam Lele Permanen Untuk Hiasan Rumah, Refreshing, dan Menambah Penghasilan

thumbnail
Assalamualaikum wr. wb, Alhamdulillah di jum'at yang berbahagia ini kita masih diberi kesempatan untuk berbagi kembali melalui tulisan dalam blog ini. Tulisan kali ini akan membahas sedikit kegiatan yang sempat viral di tahun 2020, yang dikarenakan banyaknya aktivitas di rumah. banyaknya aktifitas di rumah akibat pandemi, banyak memunculkan ide baru, salah satunya memelihara bunga, memelihara ikan hias, berjualan online, dan bagi para akademisi banyak yang membuat webinar. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian saya adalah memelihara ikan lele. Ide ini muncul dari sang ayah, yang di masa pensiunnya membuat kolam ikan nila dan berawal dari hobi kini kolam nila sang ayah berkembang menjadi tempat pemeliharaan ikan nila yang diatasnya diberi tanaman sayur atau yang biasa dikenal dengan istilah "Akuaponik". Alhamdulillah meskipun awalnya hanya sebuah hobi, ayah saya dapat menikmati hasil ikannya untuk dikonsumsi dengan bonus sayur kangkung diatasnya yang dapat dibuat oseng-oseng. Hehehehe.
Kembali lagi ke pembahasan mengenai kolam lele yang sedang saya buat, pada tulisan ini akan saya bahas spesifikasi kolam lele saya, lengkap dengan estimasi biaya. Berikut uraiannya:


onnyputranto.com-aquaponic-kolam-lele-permanen
Kolam Lele Permanen
A. SPESIFIKASI KOLAM
1 Bentuk Kolam :Siku
2 Ukuran Kolam : 
    -Panjang Total :2,5 Meter
    -Lebar Kolam   :0.75 Meter
    -Kedalam Kolam:0.75 Meter
3 Sumber Air :Air Pam / PDAM
4 Filter Air    :Ada Rancangan Sendiri (Akan saya bahas pada tulisan berikut ini)
5 Pompa Air :Ada (Akan saya bahas pada tulisan berikut ini)

B. BAHAN-BAHAN DAN BIAYA PEMBUATAN KOLAM
Lokasi pembuatan kolam lele berada di halaman rumah saya yang sebelumnya adalah taman yang ditumbuhi rumput, tanah bercampur sisa material saat membangun rumah dahulu (Koral, pecahan bata dan genteng, sisa semen) sehingga tekstur tanah lumayan keras. Berikut ini saya uraikan bahan-bahan pembuatan kolam beserta biaya dan waktu pengerjaan kolam.

No.JenisJumlah UnitHarga Per UnitTotal Harga
1 Jumlah Pekerja 2 orang
2 Bahan-Bahan   
    -Semen            2 sak50000
    -Bata Ringan   22 buah8000192000
    -Pasir              1 pickup275000275000
    -Biaya Pekerja
    -Tukang3 hari120000360000
    -Kuli3 hari100000300000
    -Pipa 3 Dim     1 lonjor9000090000
    -Lem Pipa        1 buah1200012000
    -Keran Air        1 buah1200012000
Total1241000

*Biaya bahan pembuatan kolam tersebut bisa berubah tergantung daerah masing-masing, biaya tukang dan kuli bantu juga berbeda-beda di setiap daerah. Hitungan yang saya paparkan adalah biaya real yang sudah saya keluarkan di daerah saya. 

Kegunaan bata putih/bata ringan sebagai dinding kolam sebelum disemen, hal ini dilakukan agar proses pengacian lebih cepat. Tukang dan kuli yang mengerjakan kolam saya, setiap harinya bekerja mulai pukul 08.00-17.00. 
onnyputranto-kolam-lele-hasil-akhir
Hasil Akhir

onnyputranto-kolam-lele-hasil-akhir-tampak-atas-1
Tampak Atas

onnyputranto-kolam-lele-hasil-akhir-tampak-atas-2
Tampak Atas 2


Demikian tulisan saya mengenai Akuaponik Part 1-Membangun Kolam Lele Permanen Untuk Hiasan Rumah, Refreshing, dan Menambah Penghasilan. Artikel mengenai aquaponik dan budidaya lele Insyaallah akan kami sajikan secara rutin dan terurut secara detail sebagai media pembelajaran kita. Artikel akan saya tulis dalam bentuk part bersambung sesuai kegiatan yang saya lakukan. Artikel berikutnya kita akan membahas Akuaponik Part 2-Membuat Filter Kolam Lele atau Ikan Tawar dengan Biaya Murah



Jangan lupa ikuti seluruh update sosial media saya berikut:
Youtube : Onny Putranto
Instagram: @onnyputranto212
Facebook: Onny Putranto
Google Business: Arzan Servis Laptop